FF ONE SHOT
JUDUL:SECRET FOREST*dah kagak tau lagi*
GENRE: GADO-GADO
PEMAIN: KIM NAM GIL
TAEMIN SHINEE
[…angin memburu
Ombak memecah
Disamping sepi
Aku menunggumu,
DIRIMU………….
Yang tak kunjung bersua…]
[…dimana engkau?kutanya…
Langit tak tahu
Awan pun hanya diam
Kutanya dalam hati
Hati berfirasat akan datang
DIRIMU bersama nyawamu…]
[…tersadar dalam hati
Kini kau hadir
Membawa ingin hati
Yang lama terukir…]
[…kini sepi berganti DIRIMU
Angin tak lagi memburu
Yang dulu menemaniku
Kini telah terbelenggu
Oleh DIRIMU…]
Kembali malam ini Arrie teringat akan kejadian waktu itu. Kejadian yang tidak akan pernah dia lupakan. Itulah janjinya dalam hati…..
--FLASHBACK--
“yeobo, ada sesuatu yang harus kukatakan kepadamu”,
“hmm…apa itu yeobo ku ,Nam Gil?Sepertinya sesuatu yang penting,”
“aku akan pergi lagi…..,”jawab Nam Gil dengan hati-hati
“ya…ya…ya… aku tahu itu. Kau akan kembali lagi ke hutan-hutan, berkelana mencari entah apa tanpa tujuan. Arraseo, aku sudah tahu itu,” arie tampak malas menanggapi.
“tapi kali ini aku akan pergi ke tempat impianku,”tampak wajah Nam Gil berseri-seri
“apa maksudmu???”,
“butuh waktu yang lama bagi aku dan timku untuk mencapai ke sana. Dan inilah waktu yang tepat karena kami sudah mempersiapkannya semua. Bukankah sudah pernah kuberitahu hal ini pada mu dan kau bilang kau akan selalu mendukung ku? Ayolah yeobo, hanya kaulah satu-satunya yang mengerti aku saat ini, dan kau pun juga tahu alasan lain kenapa aku ingin kesana,”
“tapi….,”
“aku mengerti. Ya, memang disana masih misterius dan belum diketahui apa saja makhluk hidup yang menghuni hutan itu. Tapi inilah yang ku impikan! Aku ingin namaku terukir sebagai salah satu penemu hutan yang masih misterius itu meskipun tidak ada yang berani melakukannya aku yakin untuk melakukannya!,” Arrie melengos pasrah. Sudah susah baginya untuk melawan keinginannya jika dia sudah menetapkan keinginannya bulat. “jadi??,”Arrie melanjutkan
Spontan Nam Gil memeluk Arrie hangat dan berkata lembut “jadi…tunggulah aku Arrie. Tunggulah aku sama seperti kau selama ini kau menungguku. Aku berjanji padamu akan kembali utuh tanpa terkecuali. Aku tidak pernah ingkar janjikan padamu kan? Jadi untuk kali ini, untuk sekali ini saja aku kembali memohon kepercayaanmu. Yakinlah akan cinta kita berdua, itulah yang akan menjadi kekuatanku nanti,” jelas Nam Gil panjang lebar. Arrie sudah tidak tahan lagi, ia tidak ingin kehilangan Nam Gil namun juga tak ingin menghalangi mimpinya. Menetes sudah air matanya tanpa bisa dikendalikan lagi. ‘Tapi kenapa? Kenapa aku merasa semua perkataannya seperti dia tidak akan kembali lagi??’
“dan…,”Nam Gil melanjutkan sambil mengeluarkan sebuah suling bamboo yang beraroma harum. “aku tahu kalau kau suka memainkan suling makanya aku memberikan suling ini padamu supaya kau dapat ingat aku dan dapat menjadi nada indah yang kau tiupkan meskipun aku tidak ada disisimu………………..tunggulah aku.”
--FLASHBACK END--
‘YA…Nam Gil aku masih menunggumu setia sampai hari ini tepat 6bulan kau pergi’katanya dalam hati. Tersadar dengan suling yang sudah di panggilnya sedari tadi, Arrie mulai meniupkan suling pemberian Nam Gil dengan lagu kesukaan Nam Gil karena hanya ini yang bisa dilakukan Arrie setiap kali dia merindukan Nam Gil. Tuuuuuuuut…..lagu ‘Love You’ pun mulai di bunyikan………………...
“………kau tau Arrie lagu ini adalah lagu favorite ku, entah kenapa aku begitu menikmati lagu ini setiap lagu ini dilantunkan mungkin karena aku selalu mengingatmu setiap menyayikan lagu ini……………………”
Arrie berhenti memainkan sulingnya. Kembali untuk kesekian kalinya air matanya mengalir setiap kali mengenang Nam Gil. Menangis tanpa suara. ‘oh Tuhan aku sangat rindu padanya’ jeritnya tertahan dalam hati.
“aku butuh seseorang untuk menemaniku disaat seperti ini, Nam Gil mungkinkah kau kembali dan masih sempat untuk melihatku sekali saja? Aku benar-benar butuh teman!”. “aku harus kuat!” kembali Arrie meniup sulingnya dengan indah tanpa ia sadari seseorang sudah mendengar semuanya dan pergi kembali tanpa bekas…
Tes…tes…tes…darah tiba-tiba mengalir di hidung Arrie dan diikuti rasa sakit didadanya. “aigooo…sakit ini lagi…”, buru-buru Arrie menghapus darah yang di hidungnya dan sejenak menatap darah tersebut yang disertai air mata yang mengalir. “aku tidak akan menyerah hanya dengan penyakit ini!”, lalu Arrie menghempaskan sarung tangan tersebut ke tempat sam pah dan beranjak dari situ.
“anda terkena sirosis nona,”
“a…apa?sirosis?,”
“iya nona. Kanker hati. Kini sudah berada di stadium 3. Itu yang kini membuat anda terus mengeluarkan darah dan memuntahkan darah setiap kali anda batuk. Kemungkinan sebentar lagi anda akan berada di stadium 4…anda butuh pendonor untuk dicangkokkan hanya itu sementara yang bisa diupayakan.”
Arrie hanya terdiam mematung tampak tidak terlalu perduli dengan yang dokter katakan. Hancur sudah! Sirosis, sendirian dan kini tinggal kematian yang belum terjadi. Apa lagi? Hanya tinggal itu yang tersisa tidak lagi ada harapan. Arrie berjalan gontai, sendirian sehabis dari rumah sakit. Tanpa sengaja Arrie menabrak seseorang dengan jubah hitam yang membuat wajahnya tidak terlihat. “ma…maaf. Maafkan aku tuan” dan kembali Arrie pun berjalan tanpa perduli siapa yang telah ditabraknya. Orang itu menoleh kearah Arrie, tampak kaku dan diam kemudian menghilang…
Akhirnya Arrie tiba dirumah dengan hanya berjalan namun kemudian Arrie kemudian Arrie terkejut dengan pemandangan di depannya. Seekor anjing mungil tertidur di depan pintu rumahnya lalu terbangun karena kedatangan Arrie.
“guk…guk…”, anjing itu mengonggong pada Arrie. Arrie pun tersadar dari lamunannya.
“eh…kenapa bisa anjing kecil ini ada disini?anjing kecil kenapa kau bisa berada disini di mana tuan mu? Pasti dia mencarimu saat ini.”
“guk…guk… .”Arrie membawa anjing kecil itu kedalam rumahnya, segera diapun memandikan anjing kecil itu. Dalam hatinya Arrie sangat senang menemukan anjing kecil itu didepan rumahnya namun dia harus mengembalikannya kembali ke pemiliknya. Ia tidak ingin pemiliknya sedih sudah kehilangan anjing lucu ini. Anjing itu terlihat sangat senang saat dimandikan dan diperlakukan dengan sayang oleh Arrie. dan anjing itu pun sudah bersih dan juga Arrie pun sudah siap untuk mengembalikannya kembali pada tuannya. Arrie sedikit sedih untuk mengembalikan anjing ini kembali tapi Arrie sadar bahwa sesuatu yang bukan miliknya pasti akan cepat menghilang karena itu bukan merupakan haknya.
Pagi harinya Arrie pun memulai melakukan misinya. “anjing kecil…aku harus segera mengembalikan mu pada pemilik mu. Maafkan aku, bukannya aku tidak menyukaimu tapi kau pasti milik orang lain dan aku tidak bisa mengambilmu begitu saja. Ayo kita harus segera.” Arrie menggendongnya sambil berjalan di tegah-tengah rumah warga setempat yang kemungkinan kehilangan anjingnya. Namun tidak satupun orang yang dikenalnya ataupun orang-orang sekitarnya yang ia Tanya tahu tentang siapa pemilik anjing kecil ini. Tak terasa haripun sudah siang dan Arrie pun baru sadar kalau dia belum makan sedari pagi. Ia memutuskan untuk makan dipinggiran jalan dan membawa serta anjing itu bersamanya
“wah ternyata sudah siang. Perut sudah minta-minta makan lagi. Baiklah aku akan makan dulu baru aku akan lanjutkan lagi. Kau juga kan pasti sudah lapar dan ingin makan . iya kan?”
“guk…guk…guk…,”Arrie tertawa mendengar gonggongngannya yang dia yakini sebagai kesetujuan. Arrie memesan 2 porsi makan siang untuknya dan anjing itu, diapun meminta pelayan untuk menambahkan sedikit tulang-tulang pada makanan anjing itu dan anjing itu pun menyukainya. Arrie tersenyum setelah sekian lama Arrie tidak lagi melakukannya. Kembali Arrie melanjutkan pencariannya dan akhirnya dia menyerah dan dia juga sudah lelah.
“mungkin ini artinya kau akan tinggal disini,” kata Arrie dengan tersenyum. “hmmm…aku harus memberimu nama, tapi apa ya panggilan yang cocok untukmu? Aha! Aku tahu, karena kau pintar menari aku akan memberikan mu nama Bugs, bagaimana?”, “guk…guk…”, Bugs pun menari-nari kegirangan “ oh baiklah berarti itu tanda setuju”. Hari-hari Arrie pun sudah tidak sendirian lagi sejak kedatangan Bugs. Kini dia sudah tidak lagi larut dalam kesedihannya meskipun terkadang masih dirasakannya. Mereka selalu bersama kemana-mana, Bugs senamng di ajak ke taman karena dia bisa bermain-main disana denagan Arrie. Bugs pun juga sudah pintar dan lebih mudah diatur. Tak ada masalah bagi Arrie untuk merawat Bugs.
Lalu suatu malam ketika Arrie sudah tertidur, ada seseorang yang datang menyelinap masuk ke rumahnya. Kemudian dia masuk ke dalam kamar Arrie dan dia pun meletakkan sesuatu di atas meja dekat tempat tidurnya. Lalu sejenak dia menatap Arrie, dia ingin menyentuhnya namun tidak jadi dia lakukan dan dia pun pergi.
Ketika Arrie bangun dari tempat tidurnya, tidak sengaja Arrie pun melihat sesuatu di atas mejanya dekat yang di timpa denga suling pemberian Nam Gil. “ surat apa ini? Siapa yang menaruhnya disini?”, segera Arrie membukanya dan membaca isinya.
“KIM NAM GIL MASIH HIDUP”
Betapa kagetnya Arrie membaca tulisan itu. Senang tentunya Arrie mengetahui hal ini namun ia masih tidak habis pikir siapa yang menaruh surat misterius ini di tempat tidurnya? Siapa dia yang mengetahui keberadaan Nam Gil sebenarnya? Arrie bingung bagaimana bisa ia mengkonfirmasikan hal ini, namun akhirnya ia memutuskan untuk datang ke tempat perkumpulan konservasi kehutanan, tempat dimana Nam Gil biasa berkumpul dulu seperti biasa yang dia lakukan selama ini untuk mengetahui perkembangan pencarian Nam Gildan timnya yang hilang.
“Bugs, maaf aku tidak bisa membawa serta kau bersama ku. Ini begitu mendadak, aku harus pergi sekarang. Kau baik-baiklah dirumah, ya?,” Bugs tampak diam saja tidak seperti biasanya lalu Arrie pergi begitu saja tanpa mengetahuinya.
Sesampainya di sana Arrie bertemu dengan beberapa teman Nam Gil yang dia kenal, ia menanyakan perkembangan pencarian tim penyelamat namun seperti biasanya pula mereka tidak bisa memberitahukan apa-apa bagi mereka itu sudah mustahil jika 6bulan lamanya orang yang hilang di hutan masih selamat. Arrie tak percaya ini, iya yakin Nam Gil masih hidup sama seperti surat misterius itu.
“sudahlah Arrie kau harus mengikhlaskan semua ini. Jangan lagi kau pikirkan hal ini lagi. Ini sudah menjadi resiko seorang aktivis konservasi kehutanan dan kau mengetahui hal itu kan? Jadi…,”
“aku mendapatkan surat misterius pagi ini,” Arrie memotong perkataan temannya itu “isinya mengatakan kalau Nam Gil masih hidup dan aku yakin juga begitu,” Arrie masih berbicara tanpa bergerak dan ekspresi. Aku ingin ikut kalian untuk melakukan pencarian!” kata Arrie akhirnya. Tampak kaget temannya itu mendengar hal itu
“tidak mungkin, itu tidak mungkin Arrie.meskipun tim kami masih melakukan pencarian, Kau tidak akan bisa masuk tim kami untuk ikut pencarian kau belum terlatih dan tiu membutuhkan waktu yang lama untuk berlatih dan kami juga sudah mendengar kalau kau mengidap sirosis, hal ini tidak memungkinkan kau untuk ikut kami.”
“aku tidak peduli !! meskipun aku sakit, meskipun aku mati nantinya, aku tidak peduli !! aku ingin sekali mengetahui keberadaannya yang sebenarnya supaya aku tidak menyesal nantinya tanpa melakukan apa-apa untuknya. Aku sudah lelah hanya duduk diam menunggu. Aku ingin mencarinya. Jadi tolonglah aku Joo Won.”kata Arrie yang akhirnya menangis. Joo Won tidak bisa melakukan apa-apa. Ia pun akhirnya perbolehkan Arrie untuk bergabung dengan tim namun setelah Arrie melakukan pelatihan. Arrie mengiyakan dan dia janji untuk datang ke pelatihan yang akan datang.
Arrie pun berpamitan dengan Joo Won. Ketika Arrie keluar tempat ruang perkumpulan tersebut, tampak seseorang yang menggunakan jubah hitam bersembunyi di balik pohon masih dengan wajah tertutup sedang mengamati Arrie berjalan dan naik bus dan ia pun juga ikut naik bus itu.
Sesampainya di rumah, “Bugs, Bugs aku sudah pulang. Dimana kau??Bugs, Bugs…” Arrie bingung kemana Bugs pergi. Apa mungkin dia keluar rumah? Tapi itu tidak mungkin karena ia mengunci rumah, lalu kemana Bugs pergi?tidak seperti biasanya Bugs seperti ini. Apa karena dia marah padaku karena tadi meninggalkannya? Sontak Arrie buru-buru pergi mencari Bugs ke luar ia takut kehilangan lagi namun tidak menemukannya sama sekali. Kelelahan ia pun tidak menyadari darah telah mengucur di hidungnya kemudian Arrie pulang ke rumah dan ia pun kaget melihat Bugs yang sudah berada di rumah, “oh…Bugs kau sudah…,”BRUUK Arrie pun pingsan.
“aargh…dimana aku?,” kemudian suster yang merawatnya datang “nona Arrie anda ada di rumah sakit, tadi anda dibawa kesini karena anda pingsan dan belum sadar selama 2 jam,” jelas si suster.
“la…lalu siapa yang membawaku ke sini?,” Arrie keheranan dengan semua ini.
“ada seseorang yang membawa anda kemari. Dia menggendong anda kemari,”
“seseorang??,” “iya dia laki-laki dengan jubah hitam, tapi dia tidak menyebutkan namanya dia langsung pergi dan dia hanya bilang untuk menjaga anda dengan baik. Tampaknya dia begitu khawatir.”
“tapi kenapa dia langsung pergi begitu saja?” “saya juga tidak mengetahuinya nona. Nona beristirahatlah…”
“ne…gamsahamnida suster,” suster itu tersenyum dan pergi meninggalkan Arrie yang masih kebinggungan. ‘Sebenarnya siapa dia? Apa dia itu Nam Gil? Tapi itu tidak mungkin,kalau tiu Nam Gil kenapa ia tidak memberitahu aku dia sudah kembali malah pergi meninggalkan aku begitu saja?’
Setelah 3 hari Arrie di rawat di rumah sakit, Arrie kembali ke rumah masih dengan keadaan yang lemas. Setelah meminta izin dokter dan meyakinkan dokter bahwa ia bisa menjaga dirinya baik-baik ia pun di perbolehkan pulang. Ia teringat dengan keadaan Bugs yang sudah tiga hari ini tidak dia urus.
Sesampainya Arrie di rumah, Arrie pun langsung mencari Bugs yang ternyata sedang tidur di tempatnya. Bugs bangun mendengar kedatangan Arrie. “ah…Bugs maafkan aku sudah meninggalkan mu selama 3 hari ini. Kenapa waktu itu kau pergi dari rumah? Sudahlah, maafkan aku belum bisa mengajak mu bermain hari ini aku masih lelah,” kembali Bugs masih tetap diam melihat Arrie yang sedang berjalan ke kamarnya.
Di kamarnya Arrie masih tetap memikirkan hal itu. Siapa yang mengirimkan surat itu? Siapa yang membawaku ke rumah sakit? Nam Gil? Itu tidak mungkin. Kenapa dia tidak datang padaku kalau dia sudah kembali?. Arrie pun menangis bingung dengan ini semua. Kemudian ia melihat suling pemberian Nam Gil, sudah lama rasanya Arrie tidak memainkan suling itu mungkin ini dapat meredakan semua kebingungannya. Ia pun memulai memainkannya seperti biasa. Lagu ‘love you’. Bugs mendengar bunyi suling yang di mainkan Arrie dan mendengarkannya dibalik pintu lalu beranjak pergi.
Hari ini Arrie akan pergi ke tempat pelatihan konservasi kehutanan sesuai janjinya pada Joo Won. Dia masih merasa lemas namun ia tidak peduli dengan penyakitnya sekarang, yang dia inginkan hanya mencari Nam Gil. Akhirnya Arrie pun ikut pelatihan selama 6 bulan lamanya dan dia pun kini sudah siap untuk mengikuti pencarian bahkan ia masuk sebagai tim inti dan rencananya dua minggu lagi akan melakukan pencarian Arrie yang pertama. Arrie sudah mantap dengan segalanya peralatan bahkan dirinya. Namun dia masih saja mengkhawatirkan penyakitnya dan dia memilih untuk bersikap masa bodo.
“dua minggu lagi kita akan melakukan pencarian,” kata Joo Won pada Arrie
“ya, aku tahu dan aku juga sudah siap,”
“apa kau yakin? Apa kau yakin dengan semua ini,” “kalau aku tak yakin kenapa aku harus membuang-buang waktu untuk melakukan semua ini?” kata Arrie tajam pada Joo Won. “jangan membuatku tambah banyak masalah Joo Won, aku sudah lelah diam saja menunggu kabar Nam Gil yang belum kembali. Hanya ini yang bisa ku lakukan meskipun nantinya aku akan mati di tengah pencarian aku tidak peduli!”
Arrie pun pergi meninggalkan Joo Won sendirian. Kemudian Arrie merasakan sakit di dadanya, dia pun hanya memegangi dadanya yang sakit. Sial! Runtuknya dalam hati kenapa penyakit ini harus datang di saat yang tidak tepat. Tidak lagi kuat menahan sakit di dadanya Arrie pun pingsan sebelum akhirnya keluar dari tempat perkumpulan konservasi. “arriiiiiiiiieeeeeee,” Joo Won yang melihat itu langsung membawa Arrie ke rumah sakit di bantu dengan teman-temannya.
“Arrie kini sudah mengidap sirosis yang akut. Kini sirosisnya sudah pada stadium 4 dan bahkan ini lebih parah. Tidak ada yang bisa dilakukan selain melakukan pencangkokan tapi sayangnya kami tidak memiliki pendonor yang cocok.”kata dokter panjang lebar
“a..apa dokter?sirosis? sudah separah itukah? Bagaimana ini, ini artinya dia tidak bisa ikut melakukan pencarian?” Tanya Joo Won
“ya, itu sungguh tidak mungkin bahkan untuk bangkit dari tempatnya sekarang itu masih diragukan,” tampak dokter tidak bisa apa-apa lagi, Joo Won juga sudah tidak tahu apa lagi yang dia perbuat dengan pacar temannya itu. Lalu di balik pintu terlihat seseorang yang sedang mendengar semuanya itu dan pergi sebelum Joo Won berpamitan dengan dokter untuk pulang. Joo Won sejenak melihat keadaan Arrie yang sedang di rawat, “aku pulang dulu Arrie,” lalu Joo Won pun pergi kemudian datanglah seseorang dengan jubah hitam itu lagi dan melakukan hal yang sama namun hanya diam. Sampai akhirnya dia bilang “bertahanlah…,” dan lagi-lagi pergi ke tempat dokter berada dan “dokter… saya ingin bicara dengan anda…”
Seminggu sudah Arrie dalam keadaan koma di rumah sakit dan akhirnya Arrie tersadar dari komanya. Dokter langsung memeriksakan keadaannya. Dokter itupun tersenyum.
“anda sudah sembuh nona…” kata sang dokter tersenyum
“a…apa? Tapi itu mustahil dokter, bagaiman mungkin saya bisa sembuh?”
Ada seseorang yang berbaik hati ingin mendonorkan hatinya tanpa dibayar..”’
--FLASHBACK—
Orang dengan jubah hitam itu masuk ke ruang dokter “dokter saya ingin bicara dengan anda…”, kemudian dia membuka tudung kepalanya dan tampak wajahnya kaku dan putih pucat dengan rambutnya yang kuning “… saya ingin medonorkan hati saya pada Arrie,”
“benarkah?tapi saya harus mengetes kecocokkan DNA anda dengan DNA Arrie dan kami tidak menerima pendonor yang masih hidup. Itu melanggar hukum,”
“aku yakin hatiku cocok dengan Arrie, tenanglah dokter aku akan kembali dengan membawa hatiku. Aku akan menghubungi dokter”, dokter hanya diam dan dia pun pergi. Ternyata ia berencana menabrakkan dirinya dengan mobil dan dia pun di bawa kerumah sakit dimana Arrie di rawat. Sang dokter segera datang begitu melihat korban kecelakaan dan begitu kaget melihat si korban yang ternyata yang tadi datang kepadanya. “dok…dokter la..la..lakukanlah apa yang saya minta dan tolonglah berikan surat ini padanya,” “baiklah, akan saya lakukan…” dia pun meninggal.
--FLASHBACK END—
“begitulah ceritanya nona, saya tidak sempat menanyakan siapa dia dan apa hubungannya dengan nona. Dan ini…,” dokter memberikan surat yang penuh gengan darah itu ke Arrie yang tengah menangis “mungkin ini akan memberikan anda petunjuk tentang siapa dia, saya permisi dulu,”
“terima kasih dokter,” Arrie langsung membuka surat dan membacanya
Arrie mungkin saat kau membuka surat ini kau sudah sembuh dari sakitmu
Maafkan aku tidak bisa menjagamu selama ini, hanya ini yang bisa kuperbuat untukmu
Semoga dengan hati yang ku donorkan pada mu dapat menjadi permohonan ku yang terakhir sebelum aku pergi. Mungkin kau bertanya siapa aku sebenarnya?aku selalu berada didekatmu hanya saja
Kau tak menyadarinya. Maafkan aku Arrie…..
Tertanda
Bugs
Bugs??apa? Bugs? Kenapa bisa Bugs dia kan hanya seekor anjing kecil…apa sebenarnya ini??? Lalu tiba-tiba… BRUSSSHHH Arrie kaget dengan kedatangan seseorang yang di depannya yang begitu tiba-tiba
“ya Arrie, ini aku Bugs. Aku yang telah mendonorkan hati padamu. Aku memang anjing itu.”kata Bugs
“jadi selama ini kau bukan anjing, kau siluman??”Tanya Arrie keheranan
“aku bukan siluman, aku memang manusia namun aku dikutuk menjadi seekor anjing,” kemudian dia membuka tudung kepalanya dan Arrie kaget melihat sosok yang didepannya “namaku sebenarnya Taemin dan aku adalah adik Nam Gil hyung.”
“adiknya Nam Gil?”, “ya aku adiknya Nam Gil kau mungkin tidak tahu aku karena dia tidak memberitahumu makanya dia tidak memberitahukan alasan sebenarnya dia pergi padamu, karena akulah makanya Nam Gil pergi ke hutan misterius itu sendirian untuk mencariku karena 2 tahun yang lalu aku mengilang di hutan itu namun sebenarnya aku tidak menghilang aku hanya tidak bisa kembali Karena aku dikutuk menjadi seekor anjing dan dia pun kini juga telah dikutuk menjadi seekor serigala hitam makanya tidak ada pemberitaan yang besar tentangnya karena hal ini hanya diketahui segelintir orang. Hanya aku yang lolos dari hutan itu karena saat aku keluar dari tempat itu hyung terluka dan tidak dapat melanjutkan perjalanan dan aku meninggalkannya dan berpesan untuk menjagamu…” Taemin tertunduk dan mulai terisak
“jadi…bagaimana dengan dia?,” Arrie mulai menaikkan nada bicaranya “maafkan aku karena keegoisanku kau menjadi seperti ini, makanya aku ingin menebusnya. Akulah yang menaruh surat itu, yang membawamu kerumah sakit dan donorkan hatiku hanya itu yang bisa ku lakukan terakhir kalinya. Mungkin hyung masih hidup di hutan itu.”
“dimana dia sekarang??,” “hutan misterius itu berada di sebelah selatan kota Jongyun tidak ada yang tahu keberadaan hutan itu karena hutan itu tersembunyi di balik gunung. Hanya aku dan hyung yang mengetahui keberadaan hutan itu saat kami pergi berpetualang bersama-sama dan kami berjanji untuk datang kesitu lagi suatu hari nanti untuk mengukir nama kami disana sebagai penemu hutan baru. Tapi karena keegoisanku aku hanya ingin hutan itu di ukir dengan namaku makanya aku pergi kesana yang ternyata penuh dengan kegelapan,”Taemin diam untuk sementara waktu dan Arrie hanya diam tangisnya “aku harap kau mau memaafkan aku Arrie dan tolonglah selamatkan dia…kau dapat melawan mereka dengan sulingmu itu,” Taemin pun pergi dengan tenang.
Tiga hari sebelum jadwal pencarian Arrie datang ke tempat perkummpulan konservasi kehutanan dan menyatakan keiginannya untuk pergi sendirian. Namun semua orang menolaknya dan Arrie tetap bersikeras tanpa perduli yang lain dan diapun pergi dengan suling pemberian Nam Gil ditangannya.
Kota Jongyun sebelah selatan, setelah menempuh perjalan panjang butuh 12 jam Arrie menemukan tempat itu dan sampailah Arrie pada sebuah hutan kemudian dia menyusuri gunung dan menemukan sebuah batu yang terukir dengan tulisan aneh tepat di belakang kaki gunung tersebut. Arrie tak sengaja menyentuh batu itu dan melihat hutan misterius yang sebelumnya tidak ada. Ia pun memasuki hutan itu dengan sedikit ragu dan takut tapi dia yakin Nam Gil berada di sini. Pelan-pelan ia menyusuri hutan, semakin dalam dia memasuki hutan dia semakin merasakan aura misterius dan gelap padahal hari iu masih siang. Kemudian sampai ada sesuatu yang mengikutinya, Arrie menyadari ada yang mengikutinya. Lalu ketika berbalik Arrie terlonjak kaget ketika melihat sesosok macan hitam mengaum di depannya
“aaaaaaaauuuuuuuuuuuuummmm…..”, “aaaaaaaarrrrrrrgggggggggghhhhhhhhhh…”, arriie berlari secepatnya dan terjatuh kemudian dia mainkan sulingnya karena teringat perkataan Taemin yang ternyata membuatnya menjadi kesakitan dan pergi meninggalkannya. Arrie dapat bangun kembali dan melanjutkan penyusurannya. Di tengah perjalan Arrie melihat sesuatu tempat yang begitu mengerikan baginya dari sebelumnya namun tidak sengaja menemukan segerombolan anjing hutan dengan mata yang merah. Arrie bingung harus melakukan apa kemudian Arrie mengeluarkan tali dari tas yang di bawanya dan mencambuk-cambukkanya ke mereka lalu mereka pergi sebagian mati. Sesampainya ari ke tempat itu, ia melihat sekelompok hewan tengah berkumpul untuk menyembah seekor ular berkepala manusia. Ternyata si ular mengetahui kedatangan Arrie. “ada penyusup!!!” dengan sigap hewan2 tadi langsung menggerubungi Arrie. Alhasil Arrie pun tidak dapat kemana-mana.
“hei manusia! Untuk apa kau kesini? Kau ingin mengantarkan nyawamu secara sukarela kesini?” Tanya si ular sambil tertawa sinis
“aku mencari Nam Gil! Di mana dia???,” “hahahahahahahaha, Nam Gil?? Dia sudah tak lagi menjadi manusia dia telah berubah manjadi serigala hitam dan telah menjadi suamiku, untuk apa kau mencarinya?,”
“dasar kau ular busuk!” Kemudian dia gunakan tali tadi untuk melawannya namun tidak berhasil ketika ular itu ingin menghabisinya tiba-tiba datang seekor serigala hitam, “ hentikan Auzora!! Jangan sakiti dia!! Arieeeeee” “ Nam Gil, inikah kau??”, “iya ini aku Arrie, tunggulah di sini aku yang akan melawannya” “tidak jangan lakukan itu, nanti kau akan mati”
“aaaaarrrrrggghhhh……aku muak melihat kalian berdua lebih baik kalian ku hancurkan”, akhirnya Nam Gild an Auzora pun bertarung Nam Gil bbukan lawan sepadan bagi Auzora sehingga namgil menjadi banya terlempar dan jatuh. “hahahahahahahaha kau bukanlah lawanku Nam Gil jadi matilah kau hyaaaaaaa ….”lalu…WUUUUSSSSH datang sesosok dengan jubah putih melindungi Nam Gil yang membbuat Auzora terhempas. “Taemin…” namun kemudian Auzora bangkit kembali dan melawan Taemin hingga Taemin jatuh dihadapan Nam Gil. “hahahahahahahaha matilah kalian…”, “Arrie tancapkan sulingnya!!!” seru Taemin mendengar ini buru-buru Arrie menancapkan suling yang dibawanya ke tubuh Auzora kemudian tubuh Auzora mengeluarkan banyak darah dan terbakar akibat wangi dari suling tersebut dan Nam Gil selamat. Seketika hutan misterius itu berubah menjadi hutan yang indah dan menjadi lebih terang. Tubuh Auzora menghilang dan hewan-hewan kembali menjadi manusia serta Nam Gil pun berubah. Betapa banyaknya orang-orang yang telah Auzora ubah menjadi hewan yang ternyata orang-orang sekitar yang melintasi hutan itu untuk dijadikan korban. Akhirnya hutan itu ditemukan oleh orang sekitar dan menolong mereka. “akhirnya tuntas sudah semua keinginanku, selamat tinggal kak…”Taemin dengan senyum indahnya “Taeminnnnnnnnn…….”,
Beberapa kemudian,Hutan itu kini diberi nama hutan Namarrin yang diambil dari Nam Gil,Arrie, dan Taemin. “akhirnya cita-cita kami terwujud” “ya Nam Gil, adikmu akan senang disana,” “terima kasih kau sudah setia menungguku selama ini,” “ya, apapun itu untukmu…” dan Taemin pun tersenyum dari kejauhan sana…..
-THE END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar